Lebih dekat lebih cepat - Mudah dan menyenangkan
Selamat Datang Di BojaLinuxer Blog

External links - Jquery Terima kasih berkenan mengunjungi blog ini.

Kami berharap dapat melayani dan memberikan apa yang Anda butuhkan, menjadi sahabat terbaik disetiap waktu sepanjang jaman.

Gunakanlah kotak pencarian untuk kemudahan mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Kategori Linux

External links - Jquery Manfaatkan Navigasi berikut untuk kemudahan menemukan artikel Linux utama yang Anda butuhkan:

Kategori Software

External links - Jquery Manfaatkan Navigasi berikut untuk kemudahan menemukan artikel perkembangan dan update software yang Anda butuhkan:

Kami ada di Halaman Baru...
Linuxer.ID
Informasi Update

  • Jadwal Sholat
  • Download Ubuntu 14.04 LTS (Trusty Tahr) Final .
  • Download Ubuntu 12.04.2 LTS Final .
  • Informasi cara membersihkan virus dan dengan MSE.
  • Download Final - RamnitKiller.
  • Download Final - NgrBot Killer.

24 February 2013

Gunakan Preset Winamp Di Audacious

Tutorial semacam ini sebenarnya sudah banyak dijumpai, kami coba menulis ulang cara menggunakan preset Winamp supaya dapat digunakan untuk Audacious.

Audacious
Winamp adalah pemutar audio untuk Windows sementara Audacious merupakan aplikasi serupa yang banyak dijumpai di sistem operasi Linux. Winamp datang dengan pengatur suara yang siap pakai, dan preset tersebut dapat digunakan untuk Audaciuos dengan cara yang sangat mudah.

Download file eq.preset ini, lalu ikuti panduan berikut.

Jalankan nautilus, tekan kombinasi tombol Ctrl+h untuk menampilkan folder dan file yang tersembunyi pada home direktori Anda.

Audacious

Copy lalu paste file eq.preset yang telah Anda downlad ke ~/.config/audacious

Jalankan Audacious, kini Anda dapat mengatur preset melalui tombol "Preset" ---> Load ---> Preset. Pilih warna suara yang Anda sukai melalui jendela preset tersebut.

Audacious

Selamat mencoba...


Dipublikasikan di:
Winamp, Audacious, Winamp preset for Audacious, Audacious preset, Tutorial


04 February 2013

Mematikan Plymouth Ubuntu Dengan Aman

Plymouth datang menggantikan Gnome Splash sejak Ubuntu 10.04 dirilis. Menjadi ciri khas Ubuntu hingga kini dan mungkin rilis-rilis berikutnya. Secara default Ubuntu akan menjalankan plymouth mede image jika perangkat memungkinkan dan menggantinya dengan mode text jika perangkat grafis tidak terdukung saat sistem dijalankan.


Kebanyakan pengguna ubuntu datang mencari cara mengganti atau mengubah theme splash Plymouth, namun kali ini kami justru akan menyampaikan cara mematikan plymouth pada Ubuntu dengan cara aman, bukan dengan cara meremove paket-paket plymouthnya. Cara tersebut adalah dengan mematikan plymouth dari konfigurasi grub.

Untuk mematikan plymouth melalui grub, silahkan jalankan terminal lalu ketik perintah berikut:

sudo gedit /etc/default/grub

Pada jendela gedit yang telah terbuka, cari baris yang isinya seperti berikut ini:

GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"

Hapus bagian "quiet splash" dan hanyanya menyisakan tanda kutip saja ( "" ), sehingga baris tersebut menjadi seperti berikut ini:

GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT=""


Simpan perubahan lalu tutup jendela gedit.

Masih pada terminal, ketik perintah berikut untuk mengupdate grub:

sudo update-grub2 atau sudo update-grub

Silahkan restart komputer Anda, kini plymouth tidak akan ditampilkan lagi dan Anda dapat mengamati proses saat sistem sedang dijalankan.


Untuk mengembalikan plymouth jika Anda menghendaki, silahkan ulangi cara di atas dan mengembalikan baris yang sudah dihapus seperti keadaan semula dan mengupdate grub kembali.


Selamat mencoba...



Dipublikasikan di:
Plymouth, Ubuntu, Remove plymouth, Linux, Tutorial


23 December 2012

Download Linux Mint 14 Edisi KDE Dan XFCE

Pengembang Linux Mint baru saja mengumumkan secara resmi ketersediaan untuk download Linux Mint 14 KDE. Sebelumnya, proyek yang sama juga telah mengumumkan edisi XFCE untuk distribusi Linux Mint 14.


Linux Mint 14 KDE dikapalkan bersama rilis terbaru desktop environment KDE SC 4.9. Sementara Linux Mint 14 XFCE datang bersama lingkungan desktop Xfce 4.10.




Berbagai peningkatan dan apa-apa yang baru yang dibawa Linux Mint 14 KDE selengkapnya dapat Anda temukan pada halaman "What’s new in Linux Mint 14 KDE". Sedangkan fitur-fitur baru pada Linux Mint 14 XFCE dapat Anda temukan dari halaman "What’s new in Linux Mint 14 Xfce".




Linux Mint 14 XFCE


Berikut adalah persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk kedua distribusi tersebut:

Linux Mint 14 KDE:

  • x86 processor (Linux Mint 64-bit requires a 64-bit processor. Linux Mint 32-bit works on both 32-bit and 64-bit processors).
  • 512 MB RAM (1GB recommended for a comfortable usage).
  • 5 GB of disk space
  • Graphics card capable of 800×600 resolution
  • CD/DVD drive or USB port


Linux Mint 14 XFCE:

  • x86 processor (Linux Mint 64-bit requires a 64-bit processor. Linux Mint 32-bit works on both 32-bit and 64-bit processors).
  • 384 MB RAM (1GB recommended for a comfortable usage).
  • 5 GB of disk space
  • Graphics card capable of 800×600 resolution
  • CD/DVD drive or USB port

Sebelum memutuskan untuk menggunakan distribusi ini, sebaiknya Anda membaca dan mempelajari terlebih dahulu masalah yang mungkin dijumpai melalui halaman catatan rilis Linux Mint 14 KDE dan catatan rilis Linux Mint 14 XFCE. Serta, bagi Anda yang telah menggunakan versi sebelumnya dari distribusi ini dapat mengikuti langkah-langkah untuk mengupgrade sistem melalui halaman komunitas ini.


Download Linux Mint 14 KDE dan XFCE.




Dipublikasikan di:
Linux Mint, Linux Mint 14 KDE, Download Linux Mint XFCE, Linux, Ubuntu


30 November 2012

Setting Jaringan VirtualBox Untuk Virtual Server - Belajar Kreatif Dalam Belajar

Minimnya sarana jangan pernah dijadikan sebagai penghalang untuk menimba ilmu. Begitupun kalau kita ingin belajar menyusun server, tidak perlu menunggu hingga memiliki dua komputer atau lebih. Sebuah PC sudah cukup, selebihnya adalah kreatifitas kita sendiri.

Virtual Server
Menyusun server tanpa jaringan?, hampir mustahil. Bukan masalah bisa atau tidaknya sebuah komputer diinstall aplikasi-aplikasi server, namun apa gunanya menyusun server tanpa jaringan yang memfungsikannya sebagai server. Sehingga untuk belajar menyusun server kita membutuhkan suatu jaringan dan jaringan hanya bisa dibentuk jika ada dua perangkat komputer atau lebih. Laboratorium komputer adalah tempat yang paling tepat untuk kebutuhan itu, dan kita bisa memiliki laboratorium komputer sendiri hanya dengan sebuah PC di mana VirtualBox terinstall di dalamnya.

Cukup dengan omong kosong yang tak berujung pangkal dan tidak akan pernah membawa kita kemana-mana.

Tutorial ini ditujukan bagi Anda yang ingin belajar menyusun server sendiri dengan membangun jaringan pada sebuah komputer memanfaatkan software virtualisasi VirtualBox. Hanya akan membahas setting VirtualBox supaya sistem host dapat terhubung dengan virtual server (guest) menggunakan proxy yang diinstall pada mesin virtual, dan sebaliknya, sistem guest dapat memanfaatkan koneksi internet yang dimiliki host untuk terhubung dan menghubungkan ke jaringan yang lebih luas.

Dengan demikian, tutorial ini bukanlah panduan yang tepat bagi Anda yang ingin belajar setting aplikasi-aplikasi server semacam squid, apache, bind dan lain sebagainya. Sehingga, kami berharap dalam mengikuti panduan ini sekurangnya Anda sudah lebih dulu mempelajari dan menguasai software-software tersebut.

Apa yang kami gunakan, informasi awal dan apa yang dibutuhkan dalam tutorial ini.

Kami menggunakan Ubuntu 12.10 sebagai sistem host. Dengan VirtualBox kami telah membuat sebuah mesin virtual dengan nama "Debian-Server" yang di dalamnya kami install Debian 6 lengkap dengan aplikasi-aplikasi server (squid, apache, bind, dll) dan sebuah aplikasi administratif WebMin. Anda dapat menggunakan dan menyesuaikan dengan distro lain yang Anda sukai.

Berikut adalah link download aplikasi utama dan pendukung yang kami gunakan:

Mengaktifkan network adapter mode Host Only menggunakan vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10/24 yang dihubungkan dengan ETH0 pada server virtual dengan IP 10.1.1.1/24. Menggunakan network adapter kedua dengan mode NAT yang dihubungkan dengan ETH1 (automatic (DHCP)) pada server virtual untuk memanfaatkan koneksi internet dengan modem USB (ppp0) yang dimiliki host oleh server virtual sebagai guest sistem.


Pertama, buat koneksi mode Host Only dengan mengaktifkan adapter vboxnet1 (vboxnet0, vboxnet1, vboxnet2 atau lainnya). Jalankan VirtualBox, pilih menu File ---> Preferences, pada VirtualBox Settings pilih bagian Network lalu tambahkan sebuah vboxnet adapter (untuk lebih jelasnya mengenai pengaturan jaringan Host Only pada VirtualBox dapat merujuk pada artikel ini). Pilih adapter vboxnet yang baru saja dibuat lalu tekan tombol "Edit Host-Only Network" untuk mengatur IP, lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Selesai mengaktifkan Host-Only Network dan mengatur IP, tutup jendela VirtualBox Settings untuk kembali ke jendela utama VirtualBox.

Kedua, pada jendela VirtualBox, pilih mesin virtual yang sudah dibuat (pada contoh ini kami membuat mesin virtual dengan nama Debian-Server) lalu tekan tombol "Settings", pada jendela settings, pilih bagian "Network". Aktifkan "Adapter 1" lalau atur sebagai jaringan "Host-Only Adapter" dengan memilih vboxnet adapater yang telah Anda siapkan pada langkah sebelumnya. Pada sistem kami, adapter 1 ini dikenali sebagai ETH0 pada server virtual. Berikutnya, aktifkan "Adapter 2" lalu atur sebagai koneksi "NAT", pada sistem kami, adapter 2 ini dikenali sebagai ETH1. lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Dua jenis jaringan yang dibutuhkan untuk menghubungkan host dengan guest dan sebaliknya selesai kita buat. Untuk selanjutnya Anda dapat menjalankan mesin virtual tersebut untuk menginstall distro lengkap dengan paket-paket server yang ingin digunakan. Install juga aplikasi-aplikasi tambahan seperti Webmin, Monitorix dan phpSysInfo jika Anda ingin menggunakan mode GUI untuk pengaturan dan monitoring server yang dibuat. Namun Anda tetap memiliki kebebasan untuk menggunakan mode CLI dalam pengaturan server dengan menyesuaikan sendiri langkah-langkah berikutnya.

Setelah server pada mesin virtual siap digunakan termasuk pengaturan ETH0 (yang terhubung dengan vboxnet1 dalam contoh kami) pada server telah disetting dengan IP 10.1.1.1/24, jalankan browser pada host untuk mengakses WebMin yang sudah diinstall pada server virtual. WebMin dapat Anda akses dengan mengetik IP server dengan port 10000 pada address bar, contoh: https://10.1.1.1:10000/, setelah login ke dalam WebMin Anda dapat memeriksa konfigurasi interface jaringan pada server dengan memilih bagian Networking - Network Configuration tab Active Now...

Virtual Server



Menghubungkan Host dengan proxy server Guest.

Karena server virtual juga terhubung dengan host menggunaan mode NAT, maka jika host memiliki koneksi internet maka secara otomatis virtual server juga dapat menggunakan koneksi internet tersebut. Dengan asumsi Anda telah menginstall dan mengkonfigurasi Squid sebagai proxy server, langkah-langkah berikut akan kami contohkan cara menghubungkan host dengan proxy server guest.

Dengan WebMin, pilih bagian Servers - Squid Proxy Server untuk menambahkan acl yang membolehkan IP host (interface vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10) supaya terhubung dengan proxy server. Pilih Access Control, pada tab Access control list tekan tombol Create new ACL dengan type Client Address, silahkan isi parameter misalnya;

ACL Name: admin
From IP: 10.1.1.10

Simpan acl yang baru saja dibuat...

Virtual Server


Berpindah ke tab Proxy Restrictions, pilih Add proxy restriction lalu isi parameter seperti contoh berikut;

Action: Allow
Match ACLs: admin

Simpan Proxy Restriction baru tersebut. Kembali ke tab Proxy Restrictions, atur supaya restriksi "Allow admin" berada diatas restriksi "Deny All" dengan cara menggeser tanda panah Move disebelah kanan.
Catatan: jika Anda menempatkan restriksi "Allow admin" di bawah "Deny All" maka host tidak akan bisa terhubung dengan proxy server...

Virtual Server


Silahkan terapkan perubahan, jika perlu Anda dapat mereboot virtual server terlebih dulu untuk menerapkan perubahan (seharusnya tidak perlu).

Lakukan pengujian, pada browser host, atur supaya browser menggunakan koneksi melewati proxy server, contoh konfigurasi pada Firefox;

Http Proxy: 10.1.1.1
Port: 8080 (catatan: sesuaikan dengan port proxy server yang Anda gunakan)
Aktifkan opsi: Use this proxy server for all protocols
Tambahkan pada opsi No Proxy for: 10.1.1.1:10000 (catatan: ini adalah IP dan port untuk mengakses WebMin)

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Silahkan Anda coba untuk browsing... jika berhasil itu artinya konfigurasi yang Anda lakukan sudah benar.


Mengatur Hostname dan DNS Client pada server virtual.

Langkah ini akan berguna jika Anda ingin menggunakan Bind DNS server pada server virtual. Tujuannya supaya domain yang dibuat dengan Bind pada server dapat diakses oleh browser host (catatan: browser harus menggunakan proxy server virtual).

Pada WebMin, pilih bagian Networking - Network Configuration - Hostname and DNS Client. Pada DNS servers, masukkan IP localhost (127.0.0.1) kedalam daftar DNS servers, contoh konfigurasi;

DNS servers:
127.0.0.1
8.8.8.8
8.8.4.4

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Simpan konfigurasi lalu reboot virtual server. Dalam contoh ini, kami telah membuat sebuah domain "bojalinuxer.kom". Domain ini kami gunakan untuk mengakses Monitorix dan phpSysInfo untuk keperluan monitoring server.

Tangkapan layar berikut adalah contoh-contoh pemanfaatan virtual server yang kami buat...

Virtual Server

Monitorix


Virtual Server

phpSysInfo


Virtual Server

Bukan hanya browser, sistem Host juga dapat memanfaatkan Proxy server virtual


Virtual Server

Virtual Server

Memeriksa konfigurasi jaringan dengan perintah ifconfig baik di host maupun di guest




Video tutorial



Selamat mencoba...





Dipublikasikan di:
Virual Server, VirtualBox Server, Jaringan virtual, Linux, Ubuntu, Debian