Lebih dekat lebih cepat - Mudah dan menyenangkan
Selamat Datang Di BojaLinuxer Blog

External links - Jquery Terima kasih berkenan mengunjungi blog ini.

Kami berharap dapat melayani dan memberikan apa yang Anda butuhkan, menjadi sahabat terbaik disetiap waktu sepanjang jaman.

Gunakanlah kotak pencarian untuk kemudahan mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Kategori Linux

External links - Jquery Manfaatkan Navigasi berikut untuk kemudahan menemukan artikel Linux utama yang Anda butuhkan:

Kategori Software

External links - Jquery Manfaatkan Navigasi berikut untuk kemudahan menemukan artikel perkembangan dan update software yang Anda butuhkan:

Kami ada di Halaman Baru...
Linuxer.ID
Informasi Update

  • Jadwal Sholat
  • Download Ubuntu 14.04 LTS (Trusty Tahr) Final .
  • Download Ubuntu 12.04.2 LTS Final .
  • Informasi cara membersihkan virus dan dengan MSE.
  • Download Final - RamnitKiller.
  • Download Final - NgrBot Killer.

23 December 2012

Download Linux Mint 14 Edisi KDE Dan XFCE

Pengembang Linux Mint baru saja mengumumkan secara resmi ketersediaan untuk download Linux Mint 14 KDE. Sebelumnya, proyek yang sama juga telah mengumumkan edisi XFCE untuk distribusi Linux Mint 14.


Linux Mint 14 KDE dikapalkan bersama rilis terbaru desktop environment KDE SC 4.9. Sementara Linux Mint 14 XFCE datang bersama lingkungan desktop Xfce 4.10.




Berbagai peningkatan dan apa-apa yang baru yang dibawa Linux Mint 14 KDE selengkapnya dapat Anda temukan pada halaman "What’s new in Linux Mint 14 KDE". Sedangkan fitur-fitur baru pada Linux Mint 14 XFCE dapat Anda temukan dari halaman "What’s new in Linux Mint 14 Xfce".




Linux Mint 14 XFCE


Berikut adalah persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk kedua distribusi tersebut:

Linux Mint 14 KDE:

  • x86 processor (Linux Mint 64-bit requires a 64-bit processor. Linux Mint 32-bit works on both 32-bit and 64-bit processors).
  • 512 MB RAM (1GB recommended for a comfortable usage).
  • 5 GB of disk space
  • Graphics card capable of 800×600 resolution
  • CD/DVD drive or USB port


Linux Mint 14 XFCE:

  • x86 processor (Linux Mint 64-bit requires a 64-bit processor. Linux Mint 32-bit works on both 32-bit and 64-bit processors).
  • 384 MB RAM (1GB recommended for a comfortable usage).
  • 5 GB of disk space
  • Graphics card capable of 800×600 resolution
  • CD/DVD drive or USB port

Sebelum memutuskan untuk menggunakan distribusi ini, sebaiknya Anda membaca dan mempelajari terlebih dahulu masalah yang mungkin dijumpai melalui halaman catatan rilis Linux Mint 14 KDE dan catatan rilis Linux Mint 14 XFCE. Serta, bagi Anda yang telah menggunakan versi sebelumnya dari distribusi ini dapat mengikuti langkah-langkah untuk mengupgrade sistem melalui halaman komunitas ini.


Download Linux Mint 14 KDE dan XFCE.




Dipublikasikan di:
Linux Mint, Linux Mint 14 KDE, Download Linux Mint XFCE, Linux, Ubuntu


30 November 2012

Setting Jaringan VirtualBox Untuk Virtual Server - Belajar Kreatif Dalam Belajar

Minimnya sarana jangan pernah dijadikan sebagai penghalang untuk menimba ilmu. Begitupun kalau kita ingin belajar menyusun server, tidak perlu menunggu hingga memiliki dua komputer atau lebih. Sebuah PC sudah cukup, selebihnya adalah kreatifitas kita sendiri.

Virtual Server
Menyusun server tanpa jaringan?, hampir mustahil. Bukan masalah bisa atau tidaknya sebuah komputer diinstall aplikasi-aplikasi server, namun apa gunanya menyusun server tanpa jaringan yang memfungsikannya sebagai server. Sehingga untuk belajar menyusun server kita membutuhkan suatu jaringan dan jaringan hanya bisa dibentuk jika ada dua perangkat komputer atau lebih. Laboratorium komputer adalah tempat yang paling tepat untuk kebutuhan itu, dan kita bisa memiliki laboratorium komputer sendiri hanya dengan sebuah PC di mana VirtualBox terinstall di dalamnya.

Cukup dengan omong kosong yang tak berujung pangkal dan tidak akan pernah membawa kita kemana-mana.

Tutorial ini ditujukan bagi Anda yang ingin belajar menyusun server sendiri dengan membangun jaringan pada sebuah komputer memanfaatkan software virtualisasi VirtualBox. Hanya akan membahas setting VirtualBox supaya sistem host dapat terhubung dengan virtual server (guest) menggunakan proxy yang diinstall pada mesin virtual, dan sebaliknya, sistem guest dapat memanfaatkan koneksi internet yang dimiliki host untuk terhubung dan menghubungkan ke jaringan yang lebih luas.

Dengan demikian, tutorial ini bukanlah panduan yang tepat bagi Anda yang ingin belajar setting aplikasi-aplikasi server semacam squid, apache, bind dan lain sebagainya. Sehingga, kami berharap dalam mengikuti panduan ini sekurangnya Anda sudah lebih dulu mempelajari dan menguasai software-software tersebut.

Apa yang kami gunakan, informasi awal dan apa yang dibutuhkan dalam tutorial ini.

Kami menggunakan Ubuntu 12.10 sebagai sistem host. Dengan VirtualBox kami telah membuat sebuah mesin virtual dengan nama "Debian-Server" yang di dalamnya kami install Debian 6 lengkap dengan aplikasi-aplikasi server (squid, apache, bind, dll) dan sebuah aplikasi administratif WebMin. Anda dapat menggunakan dan menyesuaikan dengan distro lain yang Anda sukai.

Berikut adalah link download aplikasi utama dan pendukung yang kami gunakan:

Mengaktifkan network adapter mode Host Only menggunakan vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10/24 yang dihubungkan dengan ETH0 pada server virtual dengan IP 10.1.1.1/24. Menggunakan network adapter kedua dengan mode NAT yang dihubungkan dengan ETH1 (automatic (DHCP)) pada server virtual untuk memanfaatkan koneksi internet dengan modem USB (ppp0) yang dimiliki host oleh server virtual sebagai guest sistem.


Pertama, buat koneksi mode Host Only dengan mengaktifkan adapter vboxnet1 (vboxnet0, vboxnet1, vboxnet2 atau lainnya). Jalankan VirtualBox, pilih menu File ---> Preferences, pada VirtualBox Settings pilih bagian Network lalu tambahkan sebuah vboxnet adapter (untuk lebih jelasnya mengenai pengaturan jaringan Host Only pada VirtualBox dapat merujuk pada artikel ini). Pilih adapter vboxnet yang baru saja dibuat lalu tekan tombol "Edit Host-Only Network" untuk mengatur IP, lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Selesai mengaktifkan Host-Only Network dan mengatur IP, tutup jendela VirtualBox Settings untuk kembali ke jendela utama VirtualBox.

Kedua, pada jendela VirtualBox, pilih mesin virtual yang sudah dibuat (pada contoh ini kami membuat mesin virtual dengan nama Debian-Server) lalu tekan tombol "Settings", pada jendela settings, pilih bagian "Network". Aktifkan "Adapter 1" lalau atur sebagai jaringan "Host-Only Adapter" dengan memilih vboxnet adapater yang telah Anda siapkan pada langkah sebelumnya. Pada sistem kami, adapter 1 ini dikenali sebagai ETH0 pada server virtual. Berikutnya, aktifkan "Adapter 2" lalu atur sebagai koneksi "NAT", pada sistem kami, adapter 2 ini dikenali sebagai ETH1. lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Dua jenis jaringan yang dibutuhkan untuk menghubungkan host dengan guest dan sebaliknya selesai kita buat. Untuk selanjutnya Anda dapat menjalankan mesin virtual tersebut untuk menginstall distro lengkap dengan paket-paket server yang ingin digunakan. Install juga aplikasi-aplikasi tambahan seperti Webmin, Monitorix dan phpSysInfo jika Anda ingin menggunakan mode GUI untuk pengaturan dan monitoring server yang dibuat. Namun Anda tetap memiliki kebebasan untuk menggunakan mode CLI dalam pengaturan server dengan menyesuaikan sendiri langkah-langkah berikutnya.

Setelah server pada mesin virtual siap digunakan termasuk pengaturan ETH0 (yang terhubung dengan vboxnet1 dalam contoh kami) pada server telah disetting dengan IP 10.1.1.1/24, jalankan browser pada host untuk mengakses WebMin yang sudah diinstall pada server virtual. WebMin dapat Anda akses dengan mengetik IP server dengan port 10000 pada address bar, contoh: https://10.1.1.1:10000/, setelah login ke dalam WebMin Anda dapat memeriksa konfigurasi interface jaringan pada server dengan memilih bagian Networking - Network Configuration tab Active Now...

Virtual Server



Menghubungkan Host dengan proxy server Guest.

Karena server virtual juga terhubung dengan host menggunaan mode NAT, maka jika host memiliki koneksi internet maka secara otomatis virtual server juga dapat menggunakan koneksi internet tersebut. Dengan asumsi Anda telah menginstall dan mengkonfigurasi Squid sebagai proxy server, langkah-langkah berikut akan kami contohkan cara menghubungkan host dengan proxy server guest.

Dengan WebMin, pilih bagian Servers - Squid Proxy Server untuk menambahkan acl yang membolehkan IP host (interface vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10) supaya terhubung dengan proxy server. Pilih Access Control, pada tab Access control list tekan tombol Create new ACL dengan type Client Address, silahkan isi parameter misalnya;

ACL Name: admin
From IP: 10.1.1.10

Simpan acl yang baru saja dibuat...

Virtual Server


Berpindah ke tab Proxy Restrictions, pilih Add proxy restriction lalu isi parameter seperti contoh berikut;

Action: Allow
Match ACLs: admin

Simpan Proxy Restriction baru tersebut. Kembali ke tab Proxy Restrictions, atur supaya restriksi "Allow admin" berada diatas restriksi "Deny All" dengan cara menggeser tanda panah Move disebelah kanan.
Catatan: jika Anda menempatkan restriksi "Allow admin" di bawah "Deny All" maka host tidak akan bisa terhubung dengan proxy server...

Virtual Server


Silahkan terapkan perubahan, jika perlu Anda dapat mereboot virtual server terlebih dulu untuk menerapkan perubahan (seharusnya tidak perlu).

Lakukan pengujian, pada browser host, atur supaya browser menggunakan koneksi melewati proxy server, contoh konfigurasi pada Firefox;

Http Proxy: 10.1.1.1
Port: 8080 (catatan: sesuaikan dengan port proxy server yang Anda gunakan)
Aktifkan opsi: Use this proxy server for all protocols
Tambahkan pada opsi No Proxy for: 10.1.1.1:10000 (catatan: ini adalah IP dan port untuk mengakses WebMin)

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Silahkan Anda coba untuk browsing... jika berhasil itu artinya konfigurasi yang Anda lakukan sudah benar.


Mengatur Hostname dan DNS Client pada server virtual.

Langkah ini akan berguna jika Anda ingin menggunakan Bind DNS server pada server virtual. Tujuannya supaya domain yang dibuat dengan Bind pada server dapat diakses oleh browser host (catatan: browser harus menggunakan proxy server virtual).

Pada WebMin, pilih bagian Networking - Network Configuration - Hostname and DNS Client. Pada DNS servers, masukkan IP localhost (127.0.0.1) kedalam daftar DNS servers, contoh konfigurasi;

DNS servers:
127.0.0.1
8.8.8.8
8.8.4.4

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Simpan konfigurasi lalu reboot virtual server. Dalam contoh ini, kami telah membuat sebuah domain "bojalinuxer.kom". Domain ini kami gunakan untuk mengakses Monitorix dan phpSysInfo untuk keperluan monitoring server.

Tangkapan layar berikut adalah contoh-contoh pemanfaatan virtual server yang kami buat...

Virtual Server

Monitorix


Virtual Server

phpSysInfo


Virtual Server

Bukan hanya browser, sistem Host juga dapat memanfaatkan Proxy server virtual


Virtual Server

Virtual Server

Memeriksa konfigurasi jaringan dengan perintah ifconfig baik di host maupun di guest




Video tutorial



Selamat mencoba...





Dipublikasikan di:
Virual Server, VirtualBox Server, Jaringan virtual, Linux, Ubuntu, Debian



24 November 2012

Download Linux Mint 14 Nadia

Linux Mint 14 dengan julukan "Nadia" telah resmi dirilis beberapa hari lalu. Membawa perbaikan dan peningkatan pada sektor-sektor utama seperti lingkungan desktop Mate dan Cinnamon.

Linux Mint 14 Nadia
Linux Mint 14 menyertakan rilis terbaru Cinnamon 1.6 dan desktop Mate 1.4 (Gnome 2 based). Kedua lingkungan desktop tersebut tersedia dalam pilihan ISO DVD lengkap dengan codec maupun ISO DVD non codec. Seperti halnya versi sebelumnya, Mint 14 tersedia untuk arsitektur 32-bit maupun 64-bit, hanya saja Linux Mint 14 32-bit harus diinstall pada perangkat yang telah mendukung fitur PAE.

Apa yang baru pada Linux Mint 14?:

  • MATE 1.4
  • Cinnamon 1.6
  • Peningkatan pada MDM (Mint desktop Manger)
  • Peningkatan Software Manager
  • Peningkatan pada sektor artwork
  • Peningkatan pada komponen utama

Informasi selengkapnya mengenai fitur baru Linux Mint 14 dapat Anda temukan pada halaman "Apa yang baru pada Linux Mint 14".

Beberapa informasi penting pada rilis Mint 14:

  • Membutuhkan fitu PAE pada ISO 32-bit
  • Driver Intel dengan performa yang buruk dan berpotensi penggunaan prosesor yang tinggi
  • Dll

Informasi penting lainnya dapat Anda temukan pada "Catatan Rilis" guna mendapatkan informasi seputar masalah yang mungkin di jumpai pada rilis ini.

Kebutuhan sistem:

  • Prosesor 32-bit yang telah mendukung fitur PAE atau prosesor dengan arsitektur 64-bit (Linux Mint 64-bit memerlukan prosesor 64-bit dan Linux Mint 32-bit hanya bekerja pada prosesor 32-bit dengan fitur PAE dan atau prosesor 64-bit).
  • 512 MB RAM (1GB lebih direkomendasikan).
  • 5 GB atau lebih ruang bebas pada hardisk
  • Kartu grafis yang kompatibel dengan resolusi minimal 800×600
  • CD/DVD drive atau USB port


Download Linux Mint 14 "Nadia".




Dipublikasikan di:
Linux Mint, Linux Mint 14 Nadia, Download Linux Mint Terbaru, Linux, Ubuntu


29 October 2012

UbuntOS X Theme Hadirkan Suasana Mac Di Ubuntu 12.10

Ubuntu 12.10 dirilis dengan menyertakan lingkungan desktop Gnome terbaru Gnome 3.6. Dengan engine GTK3 yang baru, penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan supaya sistem berjalan lebih optimal. Tidak terkecuali, sektor antar muka dengan kulit wajah yang dengan mudah kita menyebutnya theme pun perlu disesuaikan. Perlu kami ingatkan, memasang theme yang tidak cocok dengan versi GTK engine yang digunakan berpotensi memberatkan sistem, memacu penggunaan prosesor dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan sistem berhenti bekerja. Oleh karenanya, pastikan Anda menggunakan theme standart yang disertakan distro (Ambiance, Radiance atau Adwaita) dan jika ingin menggunakan theme dari pihak ketiga pastikan theme tersebut telah disesuaikan dengan GTK engine yang digunakan.

UbuntOS X
UbuntOS X theme merupakan update dari theme Macbuntu-Xii, sebuah theme yang menghadirkan suasana Mac OS X pada desktop Ubuntu Anda. Didominasi warna putih keabuan dengan kombinasi warna biru aquatic, UbuntOS X theme telah mengalami penyesuaian dari versi sebelumnya (Macbuntu-Xii theme) sehingga dapat berjalan baik pada lingkungan desktop Gnome 3.5/3.6 yang digunakan Ubuntu 12.10. Paket UbuntOS X theme meliputi theme Metacity, gtk3, gtk2, Unity, Gnome Shell dan Cinnamon.

Meski ditujukan bagi pengguna Ubuntu 12.10, UbuntOS X theme tidak menutup kemungkinan dapat digunakan pada distro lain, baik yang merupakan turunan Ubuntu 12.10 maupun distro-distro lainnya sepanjang menggunakan lingkungan desktop Gnome 3.5/3.6.

Untuk dapat menggunakan theme ini, dibutuhkan paket gtk3-engines-unico dan gtk2-engines-pixbuf terinstal pada sistem. bagi pengguna Ubuntu, paket gtk3-engines-unico secara default telah disertakan sehingga cukup menambahkan instalasi paket gtk2-engines-pixbuf. Untuk menginstal gtk2-engines-pixbuf, pastikan komputer telah terhubung dengan internet, jalankan terminal lalau ketik perintah berikut:

sudo apt-get install gtk2-engines-pixbuf

Untuk pengguna distro yang lain, silahkan sesuaikan cara yang digunakan untuk menginstal kedua paket gtk engine tersebut dengan metode instalasi paket sesuai distro yang digunakan.

Untuk menerapkan UbuntOS X theme, gunakan aplikasi Ubuntu Tweak atau menggunakan Gnome Tweak Tool yang dapat Anda instal lebih dulu dengan perintah berikut:

sudo apt-get install gnome-tweak-tool

Download paket UbuntOS X theme melalui link yang kami sediakan di bagian akhir artikel ini sehingga Anda mendapatkan file ubuntosx_v.3.x.G36.tar.gz. Sebagai root, extract file tersebut dengan Nautilus atau menggunakan command line yang biasa Anda gunakan sehingga mendapatkan folder bernama "ubuntosx" yang berisi file dan folder-folder theme UbuntOS X.

Jalankan Nautilus sebagai root dengan perintah berikut:

sudo nautilus

Dengan Nautilus yang terbuka, cari file ubuntosx_v.3.x.G36.tar.gz, klik kanan lalu pilih menu "Extract...". Copy paste folder "ubuntosx" hasil extract ke direktori /usr/share/themes. Periksa dan atur permission folder ubuntosx agar dapat digunakan oleh user lain dengan mengklik kanan folder lalu memilih menu "Properties". pada jendela Properties pilih tab "Permissions", atur supaya nampak seperti gambar berikut dan jangan lupa menekan tombol "Apply permissions to..."

UbuntOS X


Jalankan Ubuntu Tweak atau menggunakan Tweak Tool, pada pengaturan theme, pilih "ubuntosx" pada opsi Gtk theme/Gtk+ theme dan pada Window theme/Current theme. Untuk melengkapi supaya tampilan lebih berasa Mac OS X, silahkan gunakan ikon Macbuntu-Xii-Icon, Macbuntu-Xii-Cursor dan theme plymouth Paw-OSX.

UbuntOS X


Bagi pengguna Ubuntu 12.04 dan Ubuntu 11.10 yang masih menggunakan Gnome 3.4 dan Gnome 3.2 silahkan menggunakan theme Macbuntu-Xii. Cara pemasangan paket Macbuntu-Xii-Icon, Macbuntu-Xii-Cursor, paket tambahan lain serta untuk mendownload theme Macbuntu-Xii GTK 3.2/3.4 dapat merujuk pada artikel ini. Untuk cara pemasangan theme Plymouth dapat merujuk pada artikel Cara mengganti theme Plymouth secara manual.

Setelah theme, icon, cursor dan theme playmouth berhasil Anda ubah, Anda dapat menyusun dan menambahkan sesi UbuntOS X dengan mengkombinasikan penggunaan Gnome-panel dan Cairo-dock sehingga tampilan desktop akan semakin menyerupai desktop Mac OS X. Untuk membuat sesi UbuntOS X silahkan mengikuti panduan pada artikel Tampilan Mac OS X Ubuntu 12.04 LTS (UbuntOS X.

Berikut adalah tampilan UbuntOSX di Ubuntu 12.10 pada sesi berbeda:

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada sesi UbuntOS X

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Unity

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Gnome Shell

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Cinnamon



Link Download:

Selamat mencoba...



Dipublikasikan di:
UbuntOS X, Macbuntu, Macbuntu-Xii, Mac OS X, Ubuntu, Ubuntu 12.10, Ubuntu theme, Tutorial